Dalam kerajaan ini kami memiliki sangat beragam type mahluk (Gw g
nyebut orang atau manusia karena kayaknya g semuanya manusia sechhh...
hehehe... Amppuuunk...)
Ceritanya diawali dengan kata Gw punya teman (G usah disebutin namanya untuk menjaminojektivitas
Objektivitas...) teman gw neech paling hobi nulis tentang cinta...
bahkan semua statusnya berhubungan dengan ini (u know Iknowlah.. hehe..)
Kalo ada yang merasa sebagai temanku diatas this is what I think, not what I do ocee??
Orang bilang cinta itu indah, rasanya sungguh luar biasa, bisa bikin adrenalin menggebu-gebu tuk melakukan sesuatu asal berhubungan dengan yang kita cintai itu. Capek, letih, lesu, loyo dan sejenisnya pun mampu tiba-tiba hilang dengan seketika kala yang kita cintai itu tampak di depan mata. Jangankan wujud nyatanya, suara bahkan namanya pun bisa membuat jantung berdebar-debar, pipi memerah, mata merem jadi melek, dan tiba-tiba merasa menjadi manusia paling bahagia sedunia. Benda miliknya, kebiasaanya atau sesuatu yang berhubungan dengannya bisa mendadak muncul mengisi daftar hadir dalam pikiran dan benak kita, yang kemudian membuat otot-otot bibir menyunggingkan senyum paling tulus sedunia. Ya, itulah dampak yang ditimbulkan oleh sesuatu yang disebut CINTA.
Karena cinta, kaum adam yang biasanya manja alias mandi jarang, bisa menjadi member paling aktif dalam penggunaan kamar mandi dan seisinya. Baju yang tadinya jarang diganti kini harus rela dihempaskan ke tempat cucian kotor hanya sekali pakai ato ketika terpercik noda kecil yang sebenarnya baru dapat dideteksi jika menggunakan kaca pembesar ato teleskop. Pengunaan Parfum dan segala jenis wangi-wangian juga meningkat drastis, sehingga dapat mengubah aroma tubuh yang dahulunya mampu menampar KO hidung menjadi lebih baik dari biasanya. Dandanan segala jenis warna make-up pun terlihat ditempelkan dengan sangat hati-hati oleh kaum hawa. Bahkan latihan senyuman berkali-kali sehari dilakoni didepan cermin, yang notabene terlihat sangat ingin meretakkan dirinya akibat rasa capek melayani tuannya. Pokoknya narsisisme bisa diakibatkan oleh sesuatu yang namanya CINTA.
Narsisisme ato “Narcissism” yang merupakan kecintaan ato kekaguman terhadap diri sendiri biasa disingkat Narsis kerap menimpa seseorang yang tengah jatuh cinta meski dia bukanlah orang yang sehari-harinya dilahirkan narsis, dengan harapan target yang dicintai itu menjadi kagum, minimal melirik dirinya yang telah berusaha tampil maksimal sesuai kemampuan yang ada. Segala jurus dikeluarkan, segenap kemampuan dikerahkah, semua modal dikuras demi mendongkrak penampilan fisik dan mental agar terlihat “lebih maksimal” dimata sang target. Pepatah lama “Gunung kan Kudaki, Laut kan Kuseberangi, Hutan kan Kujelajahi dst....” menjadi motto baru saat rayuan maut dikerahkan. Kendati semua itu sulit dilakukannya, bathinnya kan tak ada yang salah dengan semua itu, namanya juga usaha. Poin yang paling penting bagaimana membuat dia terbuai lebih dulu, mengenai adanya masalah unsur ketidakjujuran didalamnya ya urusan nanti. Bukankah kata ahli marketing kalo ingin sukses kerahkan segala taktik dan strategimu dengan tepat untuk meraih pasar.
Tidak akan jauh beda antara pria dengan penampilan casing terbaik dengan penampilan casing terburuk sekalipun, Mereka sama-sama bersaing menemukan pujaan baik dengan kualitas terbaik alasannya pun beragam mulai dari yang klasik kayak untuk "Memperbaiki Keturunan" sampai yng kontemporer yaitu "Menemukan yang terbaik".Semua pria maksudnyaaa semua yang normal (baik yang dianugerahi penampilan fisik baik maupun yang kurang) pasti mencari yang terbaik (biasanya yang terbanyak itu dari segi fisik).
Kenapa harus wanita yang menentukan pilihan,Katanya emansipasi kok cuma di sisi-sisi yang menguntungkan,mengapa sangat jarang wanita yang melakukan pernyataan cinta?? Mengapa semua wanita selalu berbuat baik pada siapapun,membuka harapan hanya untuk menghancur leburkan perasaan sang jejaka?? Mengapa tidak tegas saja jika memang tidak mungkin untuk berlanjut jangan jadikan alasan "memperbanyak teman" jadi senjata ampuh untuik membela diri.Tak tahukah mereka bahwa jika semakin lama "Digantung" sebagai teman pria yang baik juga bisa berubah jahat,sahabat pendengar yang baik bisa berubah jadi orang yang sering mencari kelemahan "lawan".
Ilmu marketing kudu harus diterapkan dalam urusan cinta, tapi apa jadinya kalo ekspansi usaha, melebarkan sayap, dan investasi usaha baru dihubungkan dengan sesuatu yang disebut CINTA. Seperti pada perusahaan, melakukan investasi usaha baru adalah hal yang lumrah, memang tak ada yang ganjil dengan hal itu, bila investasi itu telah mendapat persetujuan dari perusahaan induk, itukan pilihan yang diambil demi kebaikan bersama. Keganjilannya baru akan muncul dipermukaan saat ekspansi usaha ato cinta dilakukan tanpa persetujuan perusahaan induk alias cinta pertama. Wah, bakal bukan saja akan terjadi penggunaan biaya-biaya fiktif, waktu-waktu fiktif, bahkan mungkin dapat juga terjadi penyalahgunaan informasi yang keliru mengenai perusahaan induk kepada anak perusahaan baru, dan sebaliknya. Namanya juga ekspansi usaha yang dilakukan secara ilegal, jadi banyak ilmu ngumpet dan silat lidahnya. Tapi menurut sang pelaku ato eksekutornya semua yang dilakukannya dalam koridor yang aman, toh tidak akan ada pihak yang dirugikan, masing-masing cinta mendapat porsi anggaran, waktu pelaksanaan proyek, dan laba-rugi yang sama.
Memang benar seh, semua yang bisa diukur dengan satuan “countable” itu bisa dilakukan secara adil dan merata sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Nah yang menjadi pertanyaan mampukan pembagian sesuatu yang “uncountable” seperti kasih sayang, perhatian, senyuman, canda tawa dan porsi kehadiran dalam benak pikiran sang eksekutor ini bisa dilakukan secara adil??? Nah jawaban atas semua itu yang tahu ya hanya pelaku dan Sang Maha Pemberi Kasih Sayang.
Proyek investasi cinta juga kadang-kadang memilih bidang usaha yang salah, ya maunya seh menikmati keuntungan secepatnya, jadi begitu melihat peluang cinta yang ada langsung aja disambar seketika. Banyak kasus salah investasi, misalnya investasi cinta koq dilakukan pada seseorang yang telah terikat dengan cinta lain, atau bahkan telah terikat janji suci di depan Tuhan. Wah ini seh, benar-benar orang yang nekad mengusik perjanjian seorang terhadap cinta pertamanya, dengan dalil kan tidak ada paksaan antara kedua belah pihak. Kaum adam...kaum adam, namanya juga kaum hawa, yang gampang jatuh dengan segala perhatian dan bujuk rayu maut yang memang kalianlah ahlinya, bahkan ada sebagaian kaum hawa yang gampang terenyuh dengan isi dompet sampeyan akibat tuntutan ekonomi yang maha dasyatnya di tengah krisis ekonomi seperti ini. So, jangan terlalu percaya juga kalo kaum hawa itu benar-benar mengalami ciri-ciri gangguan kecintaan seperti yang telah dibahas diatas. Tapi jangan menyalahkan kaum hawa aja dong, pertanyakan juga tuh apakah kaum adam itu juga benar-benar cinta ato ada “aspek lain” yang sangat mempengaruhi otak dan jiwanya sehingga mereka percaya kalo itu namanya CINTA bukan NAFSU. Jadi baik Kaum Adam dan Kaum Hawa, diera yang tidak jelas ini kalian kudu harus wajib... Waspadah.. Waspadalah...
Tapi jika itu benar-benar cabang cinta baru, berarti dapat dianalisa kalo telah terjadi kekeroposan pada tiang penyangga cinta lama, yang harus segera diperbaiki. Mungkin rayap-rayap telah menggerogoti sedit demi sedikit cinta yang dulunya kokoh itu.
Rayap-rayap itu bisa bernama egois, harga diri, cemburu berlebihan, kesombongan, kurang perhatian, kesibukan, ketidakromantisan, kurang hormat menghormati, ketidakpercayaan, kurang harga menghargai, ketidakjujuran, kurang komunikasi, ketidaksejajaran hak dan kewajiban dan lain lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu saat ini. Trus obatnya apa???? Lah... kalo yang satu ini, jawabannya agak sulit karena masing-masing rayap punya obat atau anti rayapnya sendiri, semuanya kembali pada komitmen awal cinta itu dibentuk untuk tujuan apa? serta seberapa sering lantunan doa yang ikhas mengiring cinta itu. Jadi jika terjadi kekeliruan dan kekhilafan atas cinta itu, obat sederhananya? segeralah bertobat... kemudian berdiskusi dan bercurhatlah dengan Sang Maha Pemberi Solusi. Dan teori paling indahnya, komitmen cinta sejati itu seharusnya didasarkan pada tujuan mencari Ridho Allah di bumi, untuk hasil lanjut yang akan dinikmati di Surga bersama Sang Pasangan Jiwa “soulmate” masing-masing...
Ah.... Cinta dan teori indahnya... Andaikan itu bisa diterapkan dengan mudah tanpa hambatan yang berarti. Andaikan cintamu itu lebih dulu hadir untukku sebelum cintanya mengisi hari-hariku, pasti semua rasa cintamu kepadamu takkan serumit ini, dan Cintaku juga pasti takkan bersaing sengit dengan cinta pertamamu, jadi maafkan jika cinta itu hadir pada waktu yang salah...
NB :
Tulisan diatas adalah fiktif belaka, jika terjadi kesamaan cerita, pelaku, kejadian, tempat dan lain-lain, adalah suatu kebetulan yang tidak disengaja. Namanya juga tulisan iseng ya isinya juga iseng. He3... Minjem kata2nya Bun Dorce... Semua Kekeliruan Datangnya dari Aq, dan Kebenaran adalah milik 4JJ1 SWT semata. So maafkan....
Ceritanya diawali dengan kata Gw punya teman (G usah disebutin namanya untuk menjamin
Kalo ada yang merasa sebagai temanku diatas this is what I think, not what I do ocee??
this is what i think bout love (very,very.. very.. Subjective)
Orang bilang cinta itu indah, rasanya sungguh luar biasa, bisa bikin adrenalin menggebu-gebu tuk melakukan sesuatu asal berhubungan dengan yang kita cintai itu. Capek, letih, lesu, loyo dan sejenisnya pun mampu tiba-tiba hilang dengan seketika kala yang kita cintai itu tampak di depan mata. Jangankan wujud nyatanya, suara bahkan namanya pun bisa membuat jantung berdebar-debar, pipi memerah, mata merem jadi melek, dan tiba-tiba merasa menjadi manusia paling bahagia sedunia. Benda miliknya, kebiasaanya atau sesuatu yang berhubungan dengannya bisa mendadak muncul mengisi daftar hadir dalam pikiran dan benak kita, yang kemudian membuat otot-otot bibir menyunggingkan senyum paling tulus sedunia. Ya, itulah dampak yang ditimbulkan oleh sesuatu yang disebut CINTA.
Karena cinta, kaum adam yang biasanya manja alias mandi jarang, bisa menjadi member paling aktif dalam penggunaan kamar mandi dan seisinya. Baju yang tadinya jarang diganti kini harus rela dihempaskan ke tempat cucian kotor hanya sekali pakai ato ketika terpercik noda kecil yang sebenarnya baru dapat dideteksi jika menggunakan kaca pembesar ato teleskop. Pengunaan Parfum dan segala jenis wangi-wangian juga meningkat drastis, sehingga dapat mengubah aroma tubuh yang dahulunya mampu menampar KO hidung menjadi lebih baik dari biasanya. Dandanan segala jenis warna make-up pun terlihat ditempelkan dengan sangat hati-hati oleh kaum hawa. Bahkan latihan senyuman berkali-kali sehari dilakoni didepan cermin, yang notabene terlihat sangat ingin meretakkan dirinya akibat rasa capek melayani tuannya. Pokoknya narsisisme bisa diakibatkan oleh sesuatu yang namanya CINTA.
Narsisisme ato “Narcissism” yang merupakan kecintaan ato kekaguman terhadap diri sendiri biasa disingkat Narsis kerap menimpa seseorang yang tengah jatuh cinta meski dia bukanlah orang yang sehari-harinya dilahirkan narsis, dengan harapan target yang dicintai itu menjadi kagum, minimal melirik dirinya yang telah berusaha tampil maksimal sesuai kemampuan yang ada. Segala jurus dikeluarkan, segenap kemampuan dikerahkah, semua modal dikuras demi mendongkrak penampilan fisik dan mental agar terlihat “lebih maksimal” dimata sang target. Pepatah lama “Gunung kan Kudaki, Laut kan Kuseberangi, Hutan kan Kujelajahi dst....” menjadi motto baru saat rayuan maut dikerahkan. Kendati semua itu sulit dilakukannya, bathinnya kan tak ada yang salah dengan semua itu, namanya juga usaha. Poin yang paling penting bagaimana membuat dia terbuai lebih dulu, mengenai adanya masalah unsur ketidakjujuran didalamnya ya urusan nanti. Bukankah kata ahli marketing kalo ingin sukses kerahkan segala taktik dan strategimu dengan tepat untuk meraih pasar.
Tidak akan jauh beda antara pria dengan penampilan casing terbaik dengan penampilan casing terburuk sekalipun, Mereka sama-sama bersaing menemukan pujaan baik dengan kualitas terbaik alasannya pun beragam mulai dari yang klasik kayak untuk "Memperbaiki Keturunan" sampai yng kontemporer yaitu "Menemukan yang terbaik".Semua pria maksudnyaaa semua yang normal (baik yang dianugerahi penampilan fisik baik maupun yang kurang) pasti mencari yang terbaik (biasanya yang terbanyak itu dari segi fisik).
Kenapa harus wanita yang menentukan pilihan,Katanya emansipasi kok cuma di sisi-sisi yang menguntungkan,mengapa sangat jarang wanita yang melakukan pernyataan cinta?? Mengapa semua wanita selalu berbuat baik pada siapapun,membuka harapan hanya untuk menghancur leburkan perasaan sang jejaka?? Mengapa tidak tegas saja jika memang tidak mungkin untuk berlanjut jangan jadikan alasan "memperbanyak teman" jadi senjata ampuh untuik membela diri.Tak tahukah mereka bahwa jika semakin lama "Digantung" sebagai teman pria yang baik juga bisa berubah jahat,sahabat pendengar yang baik bisa berubah jadi orang yang sering mencari kelemahan "lawan".
Ilmu marketing kudu harus diterapkan dalam urusan cinta, tapi apa jadinya kalo ekspansi usaha, melebarkan sayap, dan investasi usaha baru dihubungkan dengan sesuatu yang disebut CINTA. Seperti pada perusahaan, melakukan investasi usaha baru adalah hal yang lumrah, memang tak ada yang ganjil dengan hal itu, bila investasi itu telah mendapat persetujuan dari perusahaan induk, itukan pilihan yang diambil demi kebaikan bersama. Keganjilannya baru akan muncul dipermukaan saat ekspansi usaha ato cinta dilakukan tanpa persetujuan perusahaan induk alias cinta pertama. Wah, bakal bukan saja akan terjadi penggunaan biaya-biaya fiktif, waktu-waktu fiktif, bahkan mungkin dapat juga terjadi penyalahgunaan informasi yang keliru mengenai perusahaan induk kepada anak perusahaan baru, dan sebaliknya. Namanya juga ekspansi usaha yang dilakukan secara ilegal, jadi banyak ilmu ngumpet dan silat lidahnya. Tapi menurut sang pelaku ato eksekutornya semua yang dilakukannya dalam koridor yang aman, toh tidak akan ada pihak yang dirugikan, masing-masing cinta mendapat porsi anggaran, waktu pelaksanaan proyek, dan laba-rugi yang sama.
Memang benar seh, semua yang bisa diukur dengan satuan “countable” itu bisa dilakukan secara adil dan merata sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Nah yang menjadi pertanyaan mampukan pembagian sesuatu yang “uncountable” seperti kasih sayang, perhatian, senyuman, canda tawa dan porsi kehadiran dalam benak pikiran sang eksekutor ini bisa dilakukan secara adil??? Nah jawaban atas semua itu yang tahu ya hanya pelaku dan Sang Maha Pemberi Kasih Sayang.
Proyek investasi cinta juga kadang-kadang memilih bidang usaha yang salah, ya maunya seh menikmati keuntungan secepatnya, jadi begitu melihat peluang cinta yang ada langsung aja disambar seketika. Banyak kasus salah investasi, misalnya investasi cinta koq dilakukan pada seseorang yang telah terikat dengan cinta lain, atau bahkan telah terikat janji suci di depan Tuhan. Wah ini seh, benar-benar orang yang nekad mengusik perjanjian seorang terhadap cinta pertamanya, dengan dalil kan tidak ada paksaan antara kedua belah pihak. Kaum adam...kaum adam, namanya juga kaum hawa, yang gampang jatuh dengan segala perhatian dan bujuk rayu maut yang memang kalianlah ahlinya, bahkan ada sebagaian kaum hawa yang gampang terenyuh dengan isi dompet sampeyan akibat tuntutan ekonomi yang maha dasyatnya di tengah krisis ekonomi seperti ini. So, jangan terlalu percaya juga kalo kaum hawa itu benar-benar mengalami ciri-ciri gangguan kecintaan seperti yang telah dibahas diatas. Tapi jangan menyalahkan kaum hawa aja dong, pertanyakan juga tuh apakah kaum adam itu juga benar-benar cinta ato ada “aspek lain” yang sangat mempengaruhi otak dan jiwanya sehingga mereka percaya kalo itu namanya CINTA bukan NAFSU. Jadi baik Kaum Adam dan Kaum Hawa, diera yang tidak jelas ini kalian kudu harus wajib... Waspadah.. Waspadalah...
Tapi jika itu benar-benar cabang cinta baru, berarti dapat dianalisa kalo telah terjadi kekeroposan pada tiang penyangga cinta lama, yang harus segera diperbaiki. Mungkin rayap-rayap telah menggerogoti sedit demi sedikit cinta yang dulunya kokoh itu.
Rayap-rayap itu bisa bernama egois, harga diri, cemburu berlebihan, kesombongan, kurang perhatian, kesibukan, ketidakromantisan, kurang hormat menghormati, ketidakpercayaan, kurang harga menghargai, ketidakjujuran, kurang komunikasi, ketidaksejajaran hak dan kewajiban dan lain lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu saat ini. Trus obatnya apa???? Lah... kalo yang satu ini, jawabannya agak sulit karena masing-masing rayap punya obat atau anti rayapnya sendiri, semuanya kembali pada komitmen awal cinta itu dibentuk untuk tujuan apa? serta seberapa sering lantunan doa yang ikhas mengiring cinta itu. Jadi jika terjadi kekeliruan dan kekhilafan atas cinta itu, obat sederhananya? segeralah bertobat... kemudian berdiskusi dan bercurhatlah dengan Sang Maha Pemberi Solusi. Dan teori paling indahnya, komitmen cinta sejati itu seharusnya didasarkan pada tujuan mencari Ridho Allah di bumi, untuk hasil lanjut yang akan dinikmati di Surga bersama Sang Pasangan Jiwa “soulmate” masing-masing...
Ah.... Cinta dan teori indahnya... Andaikan itu bisa diterapkan dengan mudah tanpa hambatan yang berarti. Andaikan cintamu itu lebih dulu hadir untukku sebelum cintanya mengisi hari-hariku, pasti semua rasa cintamu kepadamu takkan serumit ini, dan Cintaku juga pasti takkan bersaing sengit dengan cinta pertamamu, jadi maafkan jika cinta itu hadir pada waktu yang salah...
NB :
Tulisan diatas adalah fiktif belaka, jika terjadi kesamaan cerita, pelaku, kejadian, tempat dan lain-lain, adalah suatu kebetulan yang tidak disengaja. Namanya juga tulisan iseng ya isinya juga iseng. He3... Minjem kata2nya Bun Dorce... Semua Kekeliruan Datangnya dari Aq, dan Kebenaran adalah milik 4JJ1 SWT semata. So maafkan....