Friday, May 22, 2009

Cerpen yang Dijanjikan 3 [tribute to my friend]

Senyum yang Indah]

senyum tersungging dari bibir merahnya yang manis, senyum indah entah buat siapa, dalam hatiku yang terdalam tersimpan sebuah asa bahwa itu adalah milikku. Senyum itu kini telah terpotret abadi didalam otakku dan merasuk kuat dalam hatiku.Saat ini kunikmati saja mimpi ini, mimpi yang sempurna membayangkan bahwa senyum itu adalah milikku. Sering kubertanya dalam lamunku apakah aku akan menemukan tulang rusuk yang telah hilang sekian lama ? yang akan menggores cinta dihatiku dalam lembar buku kehidupanku.

Hatiku telah terjual lunas dengan sebuah senyuman indah yang membuatku selalu hilang kesadaran, bimbang tanpa arah dan tujuan terpatri erat dalam jiwaku yaitu hanya untuk membuatnya bahagia walaupun itu harus dibayar dengan kebahagian diriku sendiri.Biarlah sedih ini hanya untukku jangan kau kotori pipi indah itu dengan air matamu bahkan bila engkau ijinkan akan kuseka dengan segenap jiwaku untuk setiap tetesan air mata darimu bahkan nyawaku pun kan kuberikan jika engkau butuhkan. cintaku ini bukanlah cinta biasa yang hanya diumbarkan lewat kata-kata, hanya mungkin aku tidak dapat mengungkapkannya tidak seperti mereka yang sudah biasa dan sudah menganggap ini hanya sebuah permainan yang dimainkan dengan skill luar biasa tanpa konsekuensi apapun.

Aku bukanlah seorang pujangga yang ahli bermain kata puitis, sajak indah bermakna yang bisa menghanyutkan perasaan. Aku bukan Don juan tampan yang dengan kerlingan mata membuat wanita dapat dengan mudah jatuh cinta dan bertekuk lutut. Aku bukan konglomerat yang dapat dengan mudah memeberikan sejuta hadiah yang kau inginkan maupun yang tidak engkau inginkan dan mengembirakanmu dengan itu semua.Aku hanyalah Wirawan pria biasa yang hanya memiliki hati tulus dan cinta murni yang berharap bisa menghangatkan jiwamu dengan itu, kesetiaan yang bahkan tak dapat engkau bayangkan, seandainya kau tidak hanya melihat dengan mata indahmu tetapi juga dengan jiwamu, seandainya engkau dapat melihatnya, melihat ketulusanku, aku yakin kau akan setidaknya bangga padaku.

[kebahagiaanmu]

Tiada yang lebih penting selain kebahagiaanmu, walaupun dada ini terasa sesak dan hati didalamnya terasa sakit tapi melihat bahagianya dirimuw dengan senyuman itu menghapus tuntas semua duka lara yang merantai membaur dengan iri dengki yang terhasut dijiwa.Rasa ini mungkin sudah kepersembahkan kepadamu tapi tidak untuk mengikatmua tatapi hanya untuk menyanggamu agar tak terjatuh dan pijakanmu untuk merengkuh kebahagiaanmu dan berharap itu adalah kebahagiaanmu yang abadi. Setiap kepedihanmu walaupun kecil dalam hatiku sangat sakit dan membekas, setiap kecewamu berarti kegagalan yang pahit dan terkenang.

Aku ingin dikala engkau bahagia kau akan memanggilku, melompat dan tertawa bahagia bersamaku dalam suka, Aku ingin jika kau marah dan benci kau sudi memukuliku dan memakiku bercerita mencurahkan segala asa dendam, Aku Ingin dikala engkau sedih engkau sudi mencariku, memelukku dan menangis dibahuku dan melepaskan segala keluh kesahmu hingga urat sedih diwajahmu hilang lenyap berganti ceria. Dan bukan dengan yang lain tetapi bersamaku dan keegoisanku itulah yang membuatmu menjauh, sangat menjauh dan mendekat padanya.

Aku berharap dia akan selalu membahagiakanmu, menceriahkan hatimu menghiburmu dan menjadikanmu satu-satunya dihatimu, seandainya dia itu diriku maka tidak ada pernah ada kata mensia-siakanmu terbesit dalam benakku,setiap detik waktuku akan lebih penting dan kupersembahkan kepadamu, hanya kepadamu. Tetapi itu bukan aku, bahkan bayangku pun seperti tak sudi engkau sandingkan dengan
dirimu begitu hinanya kah diriku di matamu ? tetapi aku bertahan dan tetap selalu setia bertahan walau setiap saat kau menggantikan aku. Karena akan kupastikan saat kau berpaling membutuhkan seseorang maka aku akan berada disitu untukmu.

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.