Tuesday, May 19, 2009

Cerpen yang dijanjikan (tribute to my friend)

Namaku Wirawan

Perasaan aneh mulai menghantui tidurku,saat kutatap hapeku kulihat angka besar 05:50 tepat di layar hape tua hasil kerjaku selama ini,saya tidak dilahirkan sebagai anak konglomerat yg bisa gesek jika ingin apapun, jadi segala sesuatu akhirnya kuusahakan sendiri.Hape itupun hanyalah hape second yg mungkin dijual murah pemilik sebelumnya Karena modelnya yg uzur,maklum perkembangan zaman memaksa org serba modern.
"wan bangun" teriakan ibu m'bangunkan aku,
Ya, namaku Wirawan aku anak kedua dari 3 bersaudara,tubuh agak padat di Segala penjuru tubuhku m'buat aku sulit untuk m'angkat tubuhku dari ranjang tua yg selalu berdecit jika aku bergerak maklum rumah kami sederhana tapi suasananya dan orang2nya lah yg m'buatnya istimewa,masih t'ingat saat aku m'minta dibelikan motor sport kegemaranku kepada ibu,
"bu, aku kan sudah besar boleh donk punya motor besar" pintaku sedikit merengek pada ibu,
"Emang kita berak uang" jawab ibu ketus dengan dialek bugisnya yg sgt kukenal..
Lamunanku buyar saat ketukan pintu kamar mandi terdengar ternyata itu ira adik bungsuku mau mandi utk kesekolah..
Hari ini dimulai dengan kerja shift pagi, ini adalah shift yg paling aku senangi bahkan aku selalu berdoa & berusaha utk trus masuk pagi, alasannya cuma satu dengan begitu aku bisa melihat bidadari yg sudah memenuhi ruang hatiku. Wanita b'kulit kuning langsat cerah termanis yang pernah aku lihat selama ini, periang, mungkin subjektivitas mataku mengalahkan objektivitas pikiranku, sehingga setiap sudut wajahnya begitu sempurna menurutku, dan semua sikapnya membuatku betah..



to be continued

NB :
Tulisan diatas adalah fiktif belaka, jika terjadi kesamaan cerita, pelaku, kejadian, tempat dan lain-lain, adalah suatu kebetulan yang disengaja. Semua Kekeliruan Datangnya dari Aq, dan Kebenaran adalah milik Allah SWT semata. So maafkan....

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.